Jumat, 27 November 2015

PENGEMBANGAN KARTU DOMINO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI PADA MATERI AYAT JURNAL PENYESUAIAN

 
PENDAHULUAN
 
Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Melalui  pendidikan dapat menentukan maju mundurnya suatu bangsa. Keberhasilan pendidikan akan menentukan perkembangan suatu negara menuju kemandirian dalam semua bidang kehidupan. Salah satu indikator keberhasilan pendidikan adalah terbentuknya individu yang cakap dan mandiri melalui suatu proses belajar. Keberhasilan proses belajar sendiri dapat ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku individu menuju hal yang lebih baik. Fakta secara umum yang sering ditemui, didalam sering dijumpai berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran. Misalnya, siswa ramai, siswa tidak perhatian terhadap guru sehingga siswa tidak paham terhadap materi yang disampaikan oleh guru dalam kegiatan  belajar mengajar. Keselarasan terhadap keberlangsungan  proses belajar mengajar dipengaruhi oleh sistem komunikasi yang lancar antara guru dan siswa. Sistem komunikasi tersebut memerlukan  perantara yang sesuai dengan materi yang diajarakan, oleh karena itu dalam kegiatan  belajar mengajar, media berperan sebagai  perantara untuk tersampaikannya informasi materi yang akan diterima oleh siswa. Posisi media ini akan berlaku pada proses pembelajaran disemua cabang ilmu pengetahuan sesuai dengan karakteristik masing-masing ilmu
Akuntansi merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang cukup unik dibandingkan dengan ilmu sosial yang lain karena di dalamnya dipelajari seni dalam pencatatan keuangan. Salah satu materi akuntansi yang dianggap sebagai momok dalam mempelajari akuntansi adalah materi ayat jurnal penyesuaian. Materi tersebut memerlukan ketelitian dan kejelian dalam setiap  perhitungannya. Mata pelajaran ini sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit bagi siswa. Anggapan bahwa akuntansi adalah mata  pelajaran yang sulit, rumit dan membosankan ini salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan media yang tidak tepat dalam proses belajar mengajar. Pentingnya peran media pembelajaran dalam proses pembelajaran, menuntut seorang guru akuntansi untuk mampu menggunakan media yang menarik dan menciptakan suasana  belajar mengajar yang menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan dapat mempermudah siswa untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru. Dengan menggunakan media yang tepat guru dapat melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa serta dapat meningkatkan pemahaman dan semangat siswa dalam mengikuti program belajar mengajar yang  berlangsung. Salah satu media yang dapat menarik siswa untuk belajar adalah media kartu  permainan (kartu domino). Hal ini didukung oleh  penelitian yang telah dilakukan oleh Hestuaji (2012) dengan hasil bahwa penggunaan media domino dapat meningkatkan hasil belajar dan  pemahaman konsep siswa. Selain itu, penelitian yang dilakukan Heksanti (2012) juga mengatakan bahwa penggunaan media domino dapat meningkatkan ketertarikan siswa dalam mengikuti pelajaran. Menurut Suprijono (2013), mencari  pasangan kartu merupakan salah satu metode dari pembelajaran aktif. Metode mencari  pasangan kartu cukup menyenangkan digunakan untuk mengulangi materi pembelajaran yang telah di berikan sebelumnya. Salah satu contoh kartu media pembelajaran adalah kartu domino, sedangkan menurut Indriana (2011) kartu domino merupakan salah satu media yang masuk dalam kategori  flashcard. Flashcard adalah media pembelajaran yang terbentuk kartu  bergambar yang ukurannya seukuran dengan postcard  atau sekitar 25x30 mm.
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001) kartu domino adalah sebuah kartu pemainan dengan 28 kartu yang bermata  bertitik besar tiap kartu dibagi menjadi dua  bidang tiap berisi 0-6 titik. Permainan domino umumnya dimainkan oleh 4 orang, namun dapat  juga kurang atau lebih. Yang paling umum dimainkan menggunakan kartu domino adalah  permainan dengan meletakkan kartu yang  bernilai paling kecil terlebih dahulu yaitu kartu kosong, kemudian diikuti oleh pemain lain, dengan menyambung kartu dengan nilai yang  bersesuaian sehingga membentuk suatu pola yang tidak terputus. Media kartu domino akuntansi merupakan media visual yang merupakan bagian dari media sederhana. Menurut Arsyad (2008), kartu domino akuntansi tergolong dalam jenis media hasil teknologi cetak. Kelebihan media kartu adalah praktis bisa digunakan disetiap waktu, tempat dan tidak membutuhkan keterampilan khusus dalam penggunaannya, mudah dibuat dan sederhana. Kekurangan media ini adalah tidak tahan lama karena dibuat dari bahan kertas, mudah hilang atau musnah karena  bentuknya yang kecil, ringan dan bisa dibawa kemana-mana. Kartu domino disini bukanlah suatu kartu yang digunakan oleh orang untuk berjudi, melainkan suatu media untuk pembelajaran akuntansi yang bentuknya dibuat seperti kartu domino untuk menarik minat siswa dalam belajar sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Digunakan dalam bentuk permainan domino adalah permainan satu set kartu domino akutansi yang cara bermainnya diambil dan diletakkan diatas meja. Sebagai seorang guru, mengaplikasikan  berbagai permainan dalam kegiatan  pembelajaran merupakan hal yang wajib dilakukan. Suatu kegiatan pembelajaran efektif apabila ada berbagai strategi yang digunakan,  baik berupa metode, model, pendekatan, maupun teknik. Salah satunya yaitu permainan.
 
Permainan atau game akrab dijadikan sebagai salah satu aplikasi dalam strategi pembelajaran aktif. Penggunaan media kartu domino dalam  pembelajaran ekonomi khususnya akuntansi dapat membuat pembelajaran berbeda dan menyenangkan sehingga materi yang di sampaikan dapat mudah dipahami. Hal ini juga dapat membuat siswa lebih mengingat, memprediksi, dan mencocokkan pernyataan yang ada dalam kartu. Pernyataan dan  pertanyaan dalam permainan ini harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Keuntungan yang lain yaitu dapat meningkatkan kesiapan siswa dalam belajar, dan siswa lebih aktif dalam mencocokkan pernyataan dan  pertanyaan karena disajikan dalam bentuk  permainan. Kartu domino akuntansi adalah suatu media pembelajaran yang dibuat dengan mengadaptasi kartu domino. Bedanya dalam  permainan domino nilai kartu ditentukan dengan  bulatan sedangkan pada permainan kartu ini  berisi kalimat-kalimat akuntansi. Permainanya yaitu menyusun atau mencocokkan pernyataan yang ada pada isi kartu yang ssesuai dengan isi kartu yang telah dikeluarkan. Kolom domino yang ditebak yaitu bagian kolom bawah atau kolom atas, misalnya kolom bawah berisi A maka siswa harus mencari kartu yang memiliki kesesuaian dengan huruf A. Kemudian diikuti oleh pemain lainnya dengan menyambung kartu dengan merangkai pernyataan yang cocok.
 

METODE PENGEMBANGAN Model Pengembangan

Jenis penelitian ini adalah penelitian  pengembangan. Dalam penelitian ini, peneliti memilih menggunakan jenis pengembangan  perangkat model 4-P yang di adaptasi dari  pengembangan media model 4-D dari Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap  pendefinisian (define), tahap perancangan ( design ), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (dessiminate). Adanya empat tahapan yang dikemukakan, maka  pada penelitian pengembangan ini juga menggunakan tahapan tersebut. Namun, dalam  prakteknya penelitian pengembangan ini hanya sampai pada tahap pengembangan (develop), maka tahap keempat yakni tahap penyebaran (dessiminate) tidak di lakukan karena keterbatasan waktu dan dana. Sehingga dapat dikatakan peneneliti hanya menggunakan 3  prosedur pengembangan yakni 3-D yang di adopsi dari prosedur pengembangan thiagarajan terdiri dari tahap pendefinisian (define), tahap  perancangan (design), tahap pengembangan (develop)

Prosedur Pengembangan
Prosedur pengembangan kartu domino ini menggunakan perangkat model 3-D yang di adaptasi dari model pengembangan Thiagarajan dan semmel (1974 dalam Trianto 2009) yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), tahap  perancangan (design), tahap pengembangan (develop).

Tahap pertama yaitu tahap pendefinisian. Tahap ini bertujuan untuk menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran, yang terdiri dari 4 langkah, antara lain: analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, perumusan tujuan  pembelajaran.

Tahap kedua yaitu tahap perancangan. Tahap ini bertujuan untuk merancang kartu domino akuntansi. Tahap ini dimulai setelah ditetapkan indikator. Kegiatan pada tahap ini terdiri dari menentukan desain kartu domino akuntansi.

Tahap ketiga yaitu tahap pengembangan. Tahap ini bertujuan untuk menghasilkan kartu domino akuntansi yang sudah direvisi  berdasarkan usulan para ahli. Adapun kegiatan dari tahap ini antara lain: telah kartu domino akuntansi oleh ahli materi dan ahli media, revisi kartu domino akuntansi, validasi kartu domino akuntansi oleh ahli materi dan ahli media, uji coba terbatas. Analisis data validasi dan uji coba terbatas, dan penulisan laporan.

Tahap keempat yaitu tahap penyebaran. Pada tahap ini kartu domino akuntansi yang dikembangkan nantinya digunakan pada skala yang lebih luas misalnya di kelas lain, di sekolah lain, oleh guru lain dan sebagainya. Tahap  penyebaran tidak dilakukan oleh peneliti. Dalam  pengembangan ini peneliti hanya sampai pada tahap pengembangan saja.

Uji Coba Produk
Uji coba merupakan tolak ukur keberhasilan dalam mengembangkan sebuah  produk bahan ajar. Uji coba dilakukan bertujuan untuk mendapatkan saran maupun tanggapan melalui penilaian terhadap kartu domino akuntansi tersebut, kemudian dilakukan revisi untuk mencapai kelayakan produk yang akan dikembangkan.

Desain Uji Coba, Pada tahap desain uji coba media kartu domino sebagai media  pembelajaran dalam pembelajaran akuntansi,  pengembang membuat suatu rancangan kegiatan yang akan di lakukan selama proses  pengembangan sesuai prosedur penelitian model 4-D yang telah di rancang Subjek Uji Coba, Dalam  pengembangan ini, subjek uji coba  pengembangan kartu domino akuntansi ini terdiri dari: Ahli materi selaku orang yang  berkompetensi dalam bidang akuntansi (satu orang dosen akuntansi dan satu guru akuntansi), Ahli media selaku orang yang berkompetensi dalam bidang media pembelajaran (satu orang dosen teknologi pendidikan), dan Siswa kelas  yang diambil 20 siswa uji coba terbatas. Jenis Data, Pada dasarnya data yang diperoleh bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa angka yang diperoleh dari angket penilaian produk pengembangan yang disusun dengan skala Likert (skala bertingkat). Data kualitatif berupa komentar dan saran yang dituangkan dalam angket. Data yang dihasilkan  berkaitan dengan kelayakan atau kesesuaian atas  produk pengambangan yang dibuat. Instrumen Pengumpulan Data, Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: lembar telaah ahli materi, lembar telaah ahli grafis, lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli grafis, dan angket respon siswa. Teknik Analisis Data. Lembar telaah ahli materi dan ahli media dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memberikan gambaran dari saran yang telah diberikan, dan memperbaiki kekurangan kartu domino akuntansi terkait dengan isi, penyajian dan bahasa. Angket validasi oleh ahli materi dan ahli media dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Persentase tersebut diperoleh dengan berdasarkan perhitungan skor menurut Skala Likert. Angket respon siswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Persentase tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan Skala Guttman.

HASIL PENGEMBANGAN

Penyajian hasil pengembangan ini  bertujuan untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengembangan ini menggunakan model  pengembangan 4-D (define,design,
develop, dan disseminate). amun, dalam penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap pengembangan (develop) saja, dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya. Hasil pengembangan Kartu Domino Akuntansi sebagai Media Pembelajaran kelas XI IPS adalah sebagai berikut:

Tahap Pendefinisian
Dalam tahap ini, pada mulanya peneliti melakukan analisis masalah dasar yakni menganalisis karakter dari siswa dan  pengetahuan awal siswa tentang materi ayat  jurnal penyesuaian dengan penerapan kurikulum KTSP. Pada kenyataannya kemampuan siswa terhadap materi ayat jurnal penyesuaian sangatlah minim. Mereka masih mengalami kesulitan dalam menganalisis akun dan menjurnal akun. Kedua, peneliti melakukan analisis tugas yaitu kumpulan prosedur untuk menentukan isi dalam satuan pembelajaran. Pada analisis tugas ini, peneliti akan mempersiapkan materi yang akan dimasukkan dan digunakan dalam kartu domino akuntansi. Ketiga, analisis konsep dilakukan dengan cara mengidentifikasi konsep-konsep yang akan dikebangkan secara sistematis dan terperinci. Keempat, merupakan tahap akhir dari  pendefinisian, yaitu analisis perumusan tujuan  pembelajaran. Tahap ini dilakukan dengan mengkonversikan hasil analisis tugas dan analisis konsep menjadi tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran sesuai dengan indikator  pencapaian. Hasil perumusan tujuan  pembelajaran akan menjadi dasar untuk  penyusunan desain perangkat pembelajaran.

Tahap Perancangan
Tahap ini dilakukan dengan menentukan desain kartu domino akuntansi  beserta buku panduannya. Pemilihan desain dilakukan dengan menentukan isi dari domino akuntansi dan isi dari buku panduan permainan domino akuntansi. Domino akuntansi berisi 25 kartu dalam 1 set nya dan buku panduan untuk guru serta siswa. etelah itu akan menghasilkan draf 1 yang nantinya akan disempurnakan pada tahap   pengembangan.

 

Cara Cepat Belajar Akuntansi Dasar

1. Memahami Definisi Akuntansi
akuntansi memiliki banyak arti, Pengertian sederhana dari akuntansi adalah suatu ilmu yang digunakan untuk mempelajari aktivitas pengeluaran dan pemasukan keuangan. Sedangkan pengertian akuntansi dalam artian luas adalah proses kegiatan jasa untuk mengolah data-data keuangan atau input yang nantinya akan menghasilkan informasi keuangan atau output dalam ukuran uang yang bermanfaat bagi beberapa pihak yang berkepentingan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi. Secara umum berarti suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
 
Pihak-pihak yang membutuhkan informasi keuangan akuntansi adalah:
1. Pihak intern
Pihak intern adalah manajemen perusahaan, informasi keuangan sangat dibutuhkan oleh pihak manajemen perusahaan untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan yang dikelolanya. Laporan keuangan aka dijadikan dasar penyusunan anggaran dan perumusan kebijakan ekonomi perusahaan.
Karyawan, informasi keuangan sebagai dasar untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam pemberian, gaji, fasilitas, bonus dan untuk menilai prospek perusahaan sehingga dapat dijadikan dasar untuk memutuskan akan tetap bekerja di perusahaan tersebut atau pindah.

2. Pihak ekstern
- Pemilik perusahaan, informasi keuangan dijadikan dasar untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dan sebagai dasar untuk menilai kinerja dari manajemen perusahaan.
- Bank atau Kreditur, informasi keuangan dijadikan dasar oleh pihak kreditur atau bank untuk menilai tingkat kesehatan suatu perusahaan yang akan dan telah melakukan pinjaman modal dan infromasi keuangan juga dijadikan dasar untuk mengetahui tingkat kemampuan debitur dalam mengembalikan kewajibannya (utang/pinjaman).
- Investor, informasi keuangan dijadikan dasar dalam berinvestasi. Apakah modal yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan akan memberikan keuntungan atau tidak.
- Pemerintah, informasi keuangan digunakan sebagai dasar dalam penetapan besaran pajak yang akan dibayarkan oleh suatu perusahaan dan juga untuk mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam pemberian UMR karyawan serta pemberian fasilitas-fasilitas bagi karyawan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan yang berlaku.

3. Pihak-pihak lain 
Pihak-pihak lainnya diantaranya mahasiswa yang membutuhkan informasi keuangan suatu perusahaan untuk menyusun skripsi, lembaga sosial sebagai dasar untuk menentukan suatu perusahaan yang akan dimintai untuk memberikan sumbangan atau donatur, dan calon relasi kerja untuk memutuskan apakah jadi bekerjasama atau tidak.


 
Mengenal Laporan Keuangan
Pada dasarnya informasi keuangan terdiri dari dua komponen pokok, yaitu laporan keuangan dan informasi keuangan lainnya, berikut penjelasan dalam gambar:
Laporan keuangan (accounting statements) adalah hasil yang diperoleh dari proses akuntansi keuangan yang bermanfaat dalam memberikan informasi keuangan bagi pihak intern dan ekstern suatu perusahaan. Laporan keuangan juga sebagai
penghubung antara data keuangan (aktivitas perusahaan) dengan pihak yang berkepentingan.

Berikut beberapa daftar laporan keuangan:

1. Neraca (Balance Sheet)
Adalah suatu daftar laporan yang sistematis yang berisi ringkasan aktiva (assets), utang/kewajiban (liabilities), dan modal (equity) dari suatu perusahaan yang ditutup pada tanggal terakhir periode akuntansi.

2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)
Adalah laporan yang menunjukkan ringkasan penghasilan (pendapatan), biaya, rugi dan laba yang diperoleh perusahaan pada periode tertentu.

3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
Adalah laporan yang berhubungan dengan aliran kas masuk dan keluar dari suatu perusahaan dalam periode tertentu.

4. Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan ini bermanfaat dalam memberikan informasi tambahan, seperti tambahan informasi dalam neraca perhitungan laba rugi yang tidak bisa ditunjukan secara jelas, gunakanlah tanda kurung untuk menjelaskan secara langsung dalam laporan.

Penyusunan Laporan Keuangan
Siklus akuntansi adalah sebuah proses untuk menyediakan laporan keuangan suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu. Siklus ini menjelaskan dari awal terjadinya transaksi hingga proses penyajian laporan keuangan pada akhir periode akuntansi. Ada yang juga yang mengartikan bahwa siklus akuntansi adalah tahapan urutan transaksi serta proses peristiwa aktivitas akuntansi dari awal periode sampai akhir periode dengan tidak terputus, dalam artian berputar (siklus). Tahapan siklus akuntansi terdiri dari:

- Tahap pencatatan, mulai dari pencatatan awal dokumen transaksi, pencatatan jurnal, pemindahan akun ke buku besar, dan pencatatan dalam neraca saldo.

- Tahap pengikhtisaran, mulai dari pengikhtisaran dalam jurnal penyesuaian, jurnal pembalik dan neraca lajur.

- Tahap pelaporan, terdiri dari laporan keuangan, jurnal penutup, dan NSSD (Neraca Saldo Setelah Penutupan)

2. Menghapal Nama dan Nomor Akun
akuntansi terdiri dari akun-akun yang berbeda. akun dasar adalah (1)Harta, {2}Utang ,(3) Modal, (4)Pendapatan ,  serta (5) Beban
rumus dasarnya, Harta = Utang + Modal
Dan dari akun dasar itu terdapat akun-akun lain. jadi bila kalian ingin memahami nama akun, kalian bisa lihat dari nomor akunnya, akun yang termasuk harta adalah akun dari nomor 100-199, hutang dari nomor 201-299, Modal 301-399, pendapatan dari 401-499 dan beban dari 501-dst. hal itu bisa kalian lihat dari Trial Balance dibawah ini..
bisa kita lihat bahwa cash termasuk harta, karena nomor akun dari cash adalah 101, sedangkan sales yang merupakan pendapatan berada pada nomor 401.
tiap akun memiliki saldo awal yang berbeda..
HARTA                = saldo normal di debit. berkurang di credit.
HUTANG             = saldo normal di credit . berkurang di debit
MODAL               = Saldo normal di credit. berkurang di debit
PENDAPATAN   = Saldo normal di credit, berkurang di debit
BEBAN = Saldo normal di debit, berkurang di credit.
 
namun dalam modal terdapat akun Prive, yaitu pengambilan pribadi bagi sang pemilik perusahaan. saldo normalnya seperti beban(bertambah di debit) , namun letaknya di akun modal. mengapa??
karena prive tidak berkaitan dengan pengeluaran perusahaan, namun pemakaian pribadi sehingga letaknya di modal.(lihat trial balance nomor 302)
 
3.MEMAHAMI ALUR SIKLUS AKUNTANSI
Gambar siklus akuntansi :

Dimulai dari bukti tansaksi, kita memcatatnya di JURNAL, lalu menggolongkannya di BUKU BESAR, Mengikhtisarkan di JURNAL PENYESUAIAN  dan membuat NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN,  lalu melaporkannya dalam bentuk LAPORAN KEUANGAN yang dbagi 3 bagian seperti, Laporan rugi laba, laporan perubahan modal dan neraca.
 
4.MEMAHAMI RUMUS DALAM AKUNTANSI
Rumus dasar akuntansi adalah  HARTA = HUTANG + MODAL
RUMUS DALAM AKUNTANSI DAGANG :
Penjualan Bersih = Penjualan – Potongan Penjualan – Retur Penjualan
 Pembelian Bersih = Pembelian + Beban Angkut Pembelian – Potongan Pembelian – Retur Pembelian
 Harga Pokok Penjualan = Pembelian Bersih + Persediaan Awal – Persediaan Akhir
 Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan
 Laba Usaha = Laba Kotor – Beban Usaha
 Laba Bersih = Laba Usaha + Pendapatan Luar Usaha – Beban Luar Usaha
 Laba Bersih setelah Pajak = Laba Bersih – Pajak

RUMUS PENYUSUTAN 
A. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
            Besar penyusutan tiap tahun dapat dihitung dgn rumus:

            Besar Penyusutan = Harga Perolehan-Nilai Sisa

                                                    Umur Ekonomis

B. Metode Saldo Menurun Ganda (Double Declining Method)
            Langkah2 Perhitungan:

            1. Tentukan Tarif penyusutan

            Tarif = 2 x (100%/UE)
            2. Besar Penyusutan = Tarif  x Nilai Buku

            Nilai Buku = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan

C. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the years Digits Method)
Langkah-langkah perhitungan:
1. Tentukan jumlah angka tahun (JAT)

            JAT = nx ((n+1)/2)

2. Tentukan besar penyusutan

           Besar Penyusutan = AT  x  (HP-NS)

                                            JAT
AT= Angka tahun / umur ekonomis
JAT = Jumlah angka Tahun
HP = Harga perolehan
NS = Nilai sisa/ residu

D. Metode Unit Produksi (Unit of Production Method)
Tentukan besar penyusutan = produksi nyata x (HP-NS) / kapasitas produksi
 
 5. MEMAHAMI ISTILAH AKUNTANSI
Istilah akuntansi sangat penting . bila kita tidak memahami istilah-istilah itu, maka kita tidak dapat mengerjakan soal akuntansi.

THANKS FOR VISIT MY BLOG